KESALAHTANGGAPAN TENTANG AKTOR POLITIK MUDA


Ditulis saat baru naik kelas XI SMA dan lolos masuk Parlemen Remaja 2013

Sejarah lahir dan tumbuh kembang NKRI tidak pernah terlepas dari nama “Pemuda”. Sejak dari organisasi Budi Oetomo (1908) sebagai kebangkitan nasional, sumpah pemuda (1928) sebagai semangat kelahiran bangsa Indonesia, kemerdekaan Indonesia (1945) sebagai kelahiran NKRI, gerakan pemuda melengserkan orde lama tahun 1996 sampai gerakan reformasi (1998) sebagai gerakan perjuangan mengembalikan kehormatan bangsa dari otoritarianisme yang dikenal sebagai bentuk partisipasi pemuda pada umumnya.
Berbagai definisi berkibar akan makna kata pemuda. Baik ditinjau dari fisik maupun psikis akan siapa yang pantas disebut pemuda serta pertanyaan apakah pemuda itu identik dengan semangat atau usia. Terlebih kaitannya dengan makna hari Sumpah Pemuda.
Princeton mendefinisikan kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “The time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Sedangkan dalam kerangka usia, WHO menggolongkan usia 10 – 24 tahun sebagai young people, sedangkan remaja atau adolescence dalam golongan usia 10 -19 tahun. Contoh lain di Canada dimana negara tersebut menerapkan bahwa “After age 24, youth are no longer eligible for adolescent social services”.
Untuk menyamakan persepsi dan pandangan tentang pemuda dan kepemudaan, kita dapat menggunakan pengertian “Pemuda“ menurut UU No. 40 tahun 2009 tentang kepemudaan. Pengertian “Pemuda” adalah warga negara Indonesia memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan berusia 16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Sedangkan pengertian “Kepemudaan” adalah berbagai hal berkaitan dengan potensi, tanggung jawab, hak, karakter, kapasitas, aktualisasi diri, dan cita-cita pemuda.
Jadi pemuda identik dengan sebagai sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai karakter khas yang spesifik yaitu revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas, dan sebagainya. Kelemahan mencolok dari seorang pemuda adalah kontrol diri dalam artian mudah emosional, sedangkan kelebihan pemuda yang paling menonjol adalah mau menghadapi perubahan, baik berupa perubahan sosial maupun kultural dengan menjadi pelopor perubahan itu sendiri.
Peran penting dari seorang pemuda adalah pada kemampuannya melakukan perubahan bukan sebagai penerus bangsa. Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda, sedangkan jika pemuda Indonesia adalah sebagai penerus bangsa, apakah kita akan meneruskan juga budaya korupsi yang meladang?
Peran pemuda bagi bangsanya memang diharapkan dalam segala lini kehidupan, seperti masalah ekonomi, pendidikan, pertahanan hingga masalah politik.
Dewasa ini, peran pemuda di segi politik memang dapat dikatakan naik daun, mengapa? Karena minat pemuda Indonesia untuk ikut andil bagian dalam dunia politik memang sangat tinggi. Akan tetapi, kembali pada dasar niat dan pemikirannya untuk ikut dalam dunia perpolitikan, terkadang sebagian besar pemuda Indonesia menggunakan kesempatan andil dalam dunia politik salah satunya menjadi kader partai politik dianggapnya sebagai jalan mencari popularitas.
Keikutsertaan pemuda dalam partai politik dengan anggapan disamping membangun politik Indonesia juga melebihkan pada sisi kepopularitasan dapat disebut sebagai “Aktor Politik Muda”, aktor politik disini diartikan sebagai seseorang yang berkecimpung baik langsung maupun tidak langsung dalam politik praktis atau kasarnya dapat dikatakan sebagai seseorang yang berpura-pura berperan atau memaikan peran layaknya sandiwara dalam bidang politik. Hakekatnya, politik praktis adalah cara untuk memperoleh kekuasaan, dan kekuasaan bisa saja diperoleh dengan cara yang legitimate maupun dengan kekerasan. Namun, kedua cara tersebut akan sangat dipengaruhi pada besar kecilnya dukungan masyarakat. Dukungan menjadi inspirasi paling utama untuk memperoleh kekuasaan, dan tanpa itu kekuasaan hanya menjadi status belaka. Dan ketika etika politik tidak menjadi landasan penting, maka tidak ada jaminan kekuasaan yang diperoleh akan dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kebanyakan masyarakat mengartikan aktor politik muda sebagai sesuatu yang positif dalam pembangunan politik di Indonesia tanpa mereka mengartikan kata aktor politik dari kata asalnya yaitu aktor.
Dewasa ini, para aktor politik muda begitu banyak, sebagaimana dapat dilihat dari jumlah kader pemuda diberbagai partai politik di Indonesia, komposisi pemuda dalam partai politik di Indonesia pada umumnya lebih dari 50%. Dari Metrotvnews.com, Jakarta ketua DPP KNPI menyebutkan bahwa idealnya disetiap partai politik harus menyasar generasi muda untuk mewadahi aspirasi dengan jumlah 60%, akan tetapi dapat dilihat dalam realita pembangunan atau perubahan dalam dunia politik tidak berkembang secara positif padahal tujuan atau peran pemuda ikutserta dalam dunia politik ini adalah mengobati, memperbaiki sendi politik yang rusak dan mengembangkannya sehingga membawa dampak pembangunan positif bagi bangsa.Dapat disimpulkan bahwa pemuda Indonesia masih ada yang memposisikan dirinya sebagai aktor politik muda dalam dunia perpolitikan nasional ini.Bahkan, aktor politik dewasa ini lebih canggih dimana telah menguasai media internet dimana banyak kaum muda yang melek media dengan hal ini kesempatan untuk mempopulerkan diri semakin terbuka. Sebagaimana Silih Agung berkata di INILAH.com, beliau berkata bahwa ketika aktor politik menguasai media massa dimana proses kampanye politik, pemilihan eksekutif maupun legislatif benar-benar digital dan sekitar 57% diantaranya ditujukan pada pemuda pengguna internet dengan ini memudahkan segala urusan aktor perpolitikannya.
Bahkan Munzir Arsyuddin beropini tentang realita pemuda Indonesia saat ini di kompas.com, beliau mengatakan bahwa pemuda Indonesia akan bersikap lebih kreatif untuk melakukan pergerakan ketika kondisi atau suasana di sekitarnya sedang mengalami kerumitan dan terdapat banyak masalah yang dihadapi dan tidak kunjung terselesaikan. Akan tetapi pemuda akan bersikap pasif ketika suasana di sekitarnya terlihat aman, tidak banyak berbuat, lebih apatis dan mempertahankan kenyamanan yang dirasakan. Beliau juga beranggapan bahwa dimatanya pemuda saat ini mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan dan lupa akan tanggung jawab sebagai pemuda. Tatanan moral, sosial dan akademik yang dimiliki pemuda tidak lagi mencerminkan contoh dan keteladanan baik kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, bahkan mahasiswa kurang menyadari bahwa ia merupakan insan akademis yang dapat memberikan pengaruh besar bagi pembangunan bangsa, termasuk dalam dunia perpolitikan nasional ini.
Lalu, apa yang dapat kita lakukan dan kita persiapkan sebagai generasi muda untuk ikutserta dalam pembangunan politik nasional Indonesia?
Pertama, baiknya diawali dengan introspeksi diri dan menyesuaikan diri dengan pendidikan pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika serta taat pada ajaran agama, mengapa ini harus dilakukan? Karena pada dasarnya, sebelum kita memulai sesuatu hendaknya kita harus mempunyai pendidikan dasar dan mendapatkan skill/keterampilan dalam hal ini adalah keterampilan untuk berperan dalam dunia perpolitikan, keterampilan seperti apa yang dimaksud? Yaitu keterampilan akan sikap-sikap dan moral yang baik karena pemuda merupakan cikal bakal pemimpin masa depan yang harus dapat menjadi tauladan bagi masyarakat luas.
Kedua, meneguhkan niat untuk ikut andil dalam dunia politik Indonesia, dalam hal ini niat yang dimaksud adalah niat menjalankan peran sesuai dengan peranan pemuda sebagai agent of change, moral force and social control menuju Indonesia lebih baik.
Ketiga, jika pendidikan dan niat sudah meresap dalam jiwa pancasila pemuda Indonesia, maka keyakinan untuk menjalankan peranannya sudah mulai matang.Akan tetapi, untuk menjalankan peran itu kita butuh pedoman. Layaknya berpetualang, kita membutuhkan peta, dalam hal ini juga kita membutuhkan daftar target pembangunan yang akan kita capai sasarannya.
Keempat, sesudah melengkapi diri dengan pendidikan, niat dan target pembangunan maka tinggallah kita bekerja sesuai dengan peran yang kita miliki, maka tidak ada salahnya para pemuda Indonesia hidup dalam dunia politik bahkan memang sangat dibutuhkan keikutsertaan sebagai agen perubahan dan pencetus Indonesia maju, dengan syarat menjadi politikus muda yang baik bukan sebagai aktor politik muda yang hanya mencari popularitas semata.
Tidak dapat dipungkiri, saya sebagai pemuda generasi perubah dan pencetus Indonesia maju pun memiliki peran yang amat besar diberbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran pemuda dalam dunia politik yang saya ulas dalam essay ini mengarahkan pemikiran saya pada satu tugas penting pemuda yang sedia ikutserta dalam partai politik maupun lembaga Negara, yaitu sebagai jembatan penyalur aspirasi masyarakat luas kepada pemerintah. Dan apabila saya berhasil terjun dalam dunia birokrasi dan menduduki jabatan dalam Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai politikus muda, maka yang paling utama yang akan saya lakukan adalah menjalankan peran DPR baik ketika saya menduduki jabatan DPR sebagai fungsi legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
Dengan niat berbakti pada nusa bangsa, saya ingin Indonesia dapat memberdayakan secara maksimal kaum mudanya yang jumlahnya hampir 40% lebih dari keseluruhan jumlah penduduk. Jangan disia-siakan kondisi melimpahnya jumlah kaum muda ini, dengan pemberdayaan secara maksimal dapat memupuk generasi pemuda Indonesia yang berahlak mulia dan memiliki potensi tinggi sehingga kecemerlangan masa depan bangsa dapat terlihat.
Maka dengan menduduki jabatan di DPR, saya akan mempermudah pemuda khususnya dan masyarakat umumnya untuk beraspirasi, karena yang saya ketahui, pemuda adalah generasi yang kaya akan ide dan keinginan, maka dengan diperluasnya kesempatan untuk beraspirasi akan terjalin hubungan penting antara lembaga Negara atau pemerintah dengan masyarakat Indonesia dan dengan diperluasnya peluang aspirasi ini juga akan menciptakan rasa memiliki dan harapan kemajuan untuk bangsa, karena di era sekarang ini, rasa memiliki tanah air ini telah mengalami degradasi yang berujung pada sikap acuh tak acuh pada semua kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk membangun Negara.
Bagaimana caranya untuk memperluas kesempatan beraspirasi ini untuk pemuda (pelajar) khususnya?
Lembaga pendidikan adalah lini yang paling penting, maka dengan adanya parlemen remaja disetiap sekolah, difokuskan pada pendidikan di sekolah menengah atas hendaknya memiliki lembaga semacam DPR yang pengurusnya telah mendapatkan bimbingan serta ikatan resmi dengan pemerintah tak lupa dengan pendampingan dan pengawasan langsung dari anggota DPR daerah setempat.
Tujuan dari adanya parlemen remaja semacam DPR di sekolah ini bukan hanya agar dapat memperluas kesempatan beraspirasi, akan tetapi juga sebagai pengenalan dan pendidikan generasi muda mengenai birokrasi dan perpolitikan yang benar.
Karena keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kesiapan generasi mudanya untuk siap berbakti pada nusa bangsanya.

 

Maka untuk seluruh pemuda Indonesia, marilah kita mempersiapkan d:iri untuk mengambil alih tahta Negara dan siap untuk mengabdi pada bangsa, demi terciptanya Indonesia sejahtera!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s