MAU MAKAN APA ATAU TINGGAL DIMANA?


       Berbicara tentang Indonesia memang tidak ada habisnya. Negeri yang kaya akan sumber daya alam yang begitu melimpah ruah terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan 17.504 buah pulau (data dari Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 2004), Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, yang membuatnya terkenal di mata dunia, salah satunya adalah Indonesia memiliki 746 bahasa daerah (data dari Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008).

    Selain terkenal karena memiliki bahasa daerah yang beragam, Indonesia juga terkenal akan sumber daya manusia yang begitu melimpah, bahkan masuk dalam peringkat 5 besar penduduk terpadat di dunia. Menurut data dari CIA World Factbook tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat 4 penduduk terpadat dunia dengan jumlah 255.993.674 jiwa atau sekitar 3,5% dari keseluruhan jumlah penduduk dunia.

     Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun memang selalu mengalami peningkatan, hal ini dibuktikan dengan data jumlah penduduk hasil sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan pada tahun 1971 penduduk Indonesia sebanyak 119.208.229 jiwa, pada tahun 1980 berjumlah 147.490.298 jiwa, berkembang pada tahun 1990 menjadi 179.378.946 jiwa, pada tahun 2000 tercatat jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 206.264.595 jiwa, dan pada sensus terakhir tahun 2010, penduduk Indonesia berjumlah 237.641.326 jiwa.

   Terus bertambahnya penduduk di Indonesia disetiap tahunnya, tentu berdampak pada berbagai lini kehidupan, diantaranya kebutuhan akan bahan makanan yang meningkat, kebutuhan lahan pekerjaan, serta yang tidak dapat dipungkiri adalah meningkatkan kebutuhan lahan untuk pemukiman. Pertambahan penduduk ini tentu dapat mengganggu keseimbangan dan kelestarian alam di Indonesia. Dewasa ini, banyak lahan pertanian yang sudah beralih fungsi menjadi lahan pemukiman penduduk, data dari BPS menyebutkan bahwa setiap tahun 80.000 hektare lahan pertanian di Indonesia telah beralih fungsi. Beralihnya fungsi lahan pertanian ini memiliki dampak negatif, diantaranya adalah menurunnya produksi pangan nasional, mengancam keseimbangan ekosistem, harga pangan semakin mahal, dan banyak buruh tani yang kehilangan pekerjaannya.

   Maka, dengan realita pertambahan penduduk yang dapat mempersempit lahan pertanian karena beralih fungsi menjadi lahan pemukiman, pertanyaannya adalah mau makan apa jika lahan pertanian semakin menyempit bahkan mengalami kepunahan? Atau akan tinggal dimana jika lahan pertanian tetap dipertahankan? Untuk menjawab dengan bijaksana pertanyaan seperti itu memang tidak mudah, diperlukan berbagai pertimbangan, karena ini menyangkut keberlangsungan hidup manusia.

   Oleh karena itu, diperlukan adanya kerjasama antara masyarakat dengan pemerintah untuk bersama-sama menjawab pertanyaan di atas dengan bijaksana. Beberapa solusi yang dapat diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat pertambahan penduduk di Indonesia khususnya mengenai penyempitan lahan pertanian adalah sebagai berikut:

  1. Mempertahankan lahan pertanian yang ada untuk tidak beralih fungsi dengan memperkecil peluang terjadinya alih fungsi lahan, seperti dengan mengembangkan pajak tanah yang progresif, membatasi alih fungsi lahan yang memiliki produktivitas tinggi, menetapkan kawasan khusus pangan yang tidak boleh dialih fungsikan, dan mengembangkan program hemat lahan untuk perumahan dan industri.
  2. Bagi masyarakat, dapat mengembangkan sistem rumah besar yang dapat dihuni oleh banyak keluarga yang merupakan satu keturunan, sehingga tidak banyak menghabiskan lahan hanya untuk membangun rumah. Selain itu, ikatan antarkeluarga akan menjadi semakin erat.
  3. Mempertahankan, menggencarkan, dan mengembangkan program keluarga berencana (KB) yang dapat menekan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. Program ini sejatinya tidak hanya digencarkan oleh pemerintah, tapi masyarakat sebagai objek dari program, harus turut serta dalam menyukseskan program ini agar pertumbuhan penduduk Indonesia dapat terkontrol.

         Itulah beberapa solusi yang kiranya dapat membantu mengatasi permasalahan penyempitan lahan pertanian akibat pertambahan penduduk di Indonesia. Mari bergerak bersama untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian alam Indonesia!

Advertisements

6 comments

  1. I think the writer has a very good insight into the society of Indonesia. The proposed solutions make a sense and more people should pay attention to it to prevent potential problems in the future. The development and preservation of nature should be balanced and good plans should be placed in good time.

    Liked by 1 person

    • Thank you Jimmy, yes of course the development and preservation of nature should be balance. Because when the growth of population getting higher it means the needed especially in food and place to stay will be higher too. So, it needs to be done the emphasis of the number of population and recovery a state of the environment that is not in control.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s